Inspirasi praktik baik: pembelajaran STEAM Gembira di kelas 1

Arosbaya – SDN Arosbaya 1 kembali menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan melalui pendekatan STEAM GEMBIRA di kelas 1. Pendekatan ini mengintegrasikan unsur Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics dengan memanfaatkan konteks lokal yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Pada kegiatan kali ini dilaksanakan di kelas 1 oleh Ibu Qinanah, S.Pd. Dalam pembelajaran siswa mengikuti proyek bertajuk “necklace for mom” atau kalung untuk mama. Dalam pembelajaran tersebut, siswa diajak membuat kalung sederhana dari daun singkong dan tangkainya. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga membantu siswa memahami konsep pengukuran panjang menggunakan satuan tidak baku.

Pembelajaran dimulai dengan siswa diajak menggali konteks masyarakat Bangkalan pada saat menjelang lebaran yang berbondong-bondong membeli perhiasan, salah satunya kalung. Guru bersama siswa mengeksplorasi bahan dan ukuran panjang kalung. Menggunakan pertanyaan pemantik siswa diajak untuk mengidentifikasi satuan ukuran panjang tidak baku mengukur panjang. Aktivitas berikutnya siswa diberikan tantang untuk membuat kalung yang nantinya akan diberikan kepada mama mereka dengan menggunakan bahan tangkai daun singkong. Daun singkong digunakan sebagai bahan, karena cukup mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Guru kemudian mengajak siswa mengamati bentuk, ukuran, dan tekstur daun singkong sebagai bagian dari unsur Science. Setelah itu, siswa mulai merancang dan membuat kalung dari tangkai daun singkong yang dirangkai secara kreatif sebagai bagian dari unsur Engineering dan Art.

Suasana kelas tampak sangat antusias. Siswa bekerja sama dengan teman-temannya untuk merangkai daun menjadi kalung yang indah. Guru juga aktif mendampingi siswa selama proses berlangsung sehingga setiap anak dapat berpartisipasi dengan percaya diri.

Dalam unsur Mathematics, siswa belajar mengukur panjang kalung menggunakan satuan tidak baku, yaitu dengan membandingkan panjang kalung menggunakan tangkai daun singkong. Melalui kegiatan ini, siswa memahami bahwa panjang benda dapat diukur menggunakan alat sederhana yang ada di sekitar mereka.

Sementara itu, unsur Technology diterapkan melalui penggunaan media pembelajaran digital yang ditampilkan pada layar interaktif di kelas. Guru menampilkan contoh dan langkah kegiatan sehingga siswa lebih mudah memahami proses pembuatan kalung dan cara mengukurnya.

Kegiatan “necklace for mom” menjadi salah satu praktik baik pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar bermakna, menyenangkan, dan kontekstual bagi siswa kelas 1. Melalui pendekatan STEAM GEMBIRA, siswa tidak hanya belajar konsep pengukuran panjang, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan kemampuan berpikir kritis.

  

Kepala sekolah Hardani, S.Pd.SD.,M.Pd. sangat mengapresiasi pembelajaran seperti ini dan berharap dapat terus menginspirasi guru-guru di SDN Arosbaya 1 untuk menghadirkan kegiatan belajar yang inovatif dan dekat dengan kehidupan peserta didik, sehingga sekolah menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar dan berkarya. (Ila*)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

Inspirasi praktik baik: pembelaj...
Arosbaya - SDN Arosbaya 1 kembali menghadirkan pembelajaran ya...
Guru Juga Perlu "Recharge": Meng...
Guru Juga Perlu "Recharge": Menghidupkan Komunitas Belajar seb...
Inspirasi praktik baik: Pembelaj...
AROSBAYA - Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu dasar...
Diorama kota mini
Kegiatan Kokurikuler Perkuat Profil Lulusan melalui Diorama Ko...
Aku bisa menyetrika pakaian sendiri
Aku Bisa Menyetrika Pakaian Sendiri: Kegiatan Kokurikuler SDN ...