
AROSBAYA — Pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Semangat itulah yang tergambar dalam kegiatan presentasi implementasi praktik pembelajaran kokurikuler kewirausahaan di UPTD SDN Arosbaya 1, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur hari ini (17/10). Dalam kegiatan ini, setiap kelompok murid mempresentasikan hasil kegiatan kewirausahaan yang telah mereka laksanakan di hadapan guru, rekan sekelas, orang tua, dan komite sekolah.
Di hadapan para guru dan orang tua, setiap kelompok memperoleh kesempatan untuk menyampaikan proses kegiatan, menjelaskan hasil yang diperoleh, serta berbagi pengalaman dan tantangan selama menjalankan proyek. Momen ini menjadi ruang belajar yang bermakna bagi murid untuk membangun kepercayaan diri, keberanian berbicara di depan umum, dan kemampuan mempertanggungjawabkan hasil kerja kelompok.
Praktik pembelajaran kokurikuler kewirausahaan di SDN Arosbaya 1 murid mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui proses, mulai dari merancang kegiatan hingga mempresentasikan hasilnya. Melalui pengalaman tersebut, murid belajar bahwa kewirausahaan tidak semata-mata berkaitan dengan kegiatan jual beli. Lebih dari itu, kewirausahaan mengajarkan kreativitas, ketekunan, tanggung jawab, kemampuan mengambil keputusan, komunikasi, serta kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.
Presentasi hasil kegiatan menjadi tahap penting untuk menguatkan proses belajar tersebut. Ketika murid menjelaskan hasil pekerjaannya, mereka sesungguhnya sedang belajar menyusun gagasan secara runtut, mengolah pengalaman menjadi pengetahuan, menerima tanggapan, dan melakukan refleksi untuk perbaikan pada kegiatan berikutnya.
Kepala UPTD SDN Arosbaya 1, Hardani, S.Pd.SD., M.Pd., menegaskan bahwa pembelajaran kokurikuler merupakan kesempatan bagi sekolah untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari murid.
“Melalui pembelajaran kokurikuler kewirausahaan, kami ingin anak-anak tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata. Mereka belajar berkolaborasi, berkomunikasi, berkreasi, bertanggung jawab, dan berani menyampaikan gagasan. Proses dan pengalaman belajar inilah yang menjadi bagian penting dari pembentukan karakter serta penguatan kompetensi peserta didik,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan pembelajaran tidak hanya diukur dari produk atau hasil akhir yang ditampilkan, tetapi juga dari proses yang dilalui peserta didik. Keberanian mencoba, kemampuan menyelesaikan masalah, sikap saling menghargai, dan kesediaan memperbaiki kekurangan merupakan capaian pembelajaran yang patut diapresiasi.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dan komite sekolah dalam mendukung program-program pendidikan. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang semakin kaya pengalaman dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Kehadiran orang tua dalam kegiatan presentasi memberikan kesempatan untuk menyaksikan secara langsung proses belajar dan perkembangan anak di sekolah. Orang tua tidak hanya melihat hasil kegiatan, tetapi juga dapat memahami bagaimana anak belajar bekerja sama, berbagi tugas, dan mengomunikasikan hasil kerja kelompoknya. Salah seorang perwakilan orang tua menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Kami senang dapat melihat anak-anak mempresentasikan hasil kegiatan mereka secara langsung. Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar mandiri, bekerja sama, dan lebih percaya diri. Kami berharap pengalaman seperti ini terus dikembangkan agar anak-anak semakin berani mencoba hal baru dan mampu menerapkan apa yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Keterlibatan orang tua juga menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan keluarga terhadap proses belajar anak diharapkan dapat memperkuat kebiasaan positif yang dibangun di sekolah, termasuk sikap disiplin, tanggung jawab, kreativitas, dan semangat untuk terus belajar.
Idawati, sebagai ketua komite sekolah menyampaikan bahwa kegiatan kokurikuler kewirausahaan dapat menjadi sarana untuk menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata sekaligus menumbuhkan keterampilan yang dibutuhkan peserta didik pada masa depan.
“Kami mengapresiasi upaya sekolah dalam memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga melibatkan praktik dan presentasi hasil kegiatan. Kolaborasi antara guru, peserta didik, orang tua, dan komite perlu terus diperkuat agar program-program pembelajaran seperti ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkapnya.
Dukungan komite dan orang tua diharapkan tidak berhenti pada kehadiran dalam kegiatan sekolah, tetapi juga berkembang menjadi kemitraan yang aktif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembang murid.
Dengan semangat “Maju Melaju, Sekolahnya Semua Anak”, SDN Arosbaya 1 terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang inklusif, inspiratif, dan bermakna, agar setiap anak memperoleh kesempatan untuk berkembang, berkarya, dan menunjukkan potensi terbaiknya. (Dan’s)
Copyright © 2025-SDNArosbaya1
All Rights Reserved